Barangkali banyak yang memahami bahwa mukjizat Nabi Muhammad itu adalah al-Quran. Beberapa teman kita dari agama Nasrani seringkali mengatakan bahwa Nabi Isa itu tidak setingkat dengan Nabi Muhammad karena Nabi Isa mampu menghidupkan orang yang mati, menyembuhkan penyakit kusta, dan menyembuhkan orang buta.
Sebenarnya Nabi Muhammad memiliki semua mukjizat dari semua Nabi. Berikut ketiga kemampuan itu (yang dibuktikan dengan dalil nash).
Menghidupkan Orang Mati
Anas r.a. berkata, “Ketika kami sedang berada di beranda masjid di hadapan Rasulullah Saw, datanglah seorang perempuan tua dan buta yang ikut hijrah membawa putranya yang telah baligh. Tak lama kemudian, putranya terkena penyakit yang scdang mewabah di Madinah. Anak itu sakit beberapa hari, kemudian meninggal dunia. Nabi Saw. menutupkan mata anak itu dan memerintahkan kami untuk mempersiapkan pemakamannya. Ketika kami akan memandikannya, Rasulullah Saw berkata, Anas, panggillah ibunya dan beritahukan kabar ini kepadanya.’ Aku memberitahu ibunya, ia datang lalu duduk di depan kedua kaki anaknya. Ia memegang kedua kaki anaknya, dan bertanya, ‘Benarkah anakku mati?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Ibu itu berdoa, ‘Ya Allah, Engkau tahu aku benar-benar telah menyerahkan diri kepada-Mu dengan sukarela, meninggalkan berhala-berhala dengan sungguh-sungguh, dan berhijrah kepada-Mu karena rasa cinta.Ya Allah, janganlah Engkau masukkan aku ke dalam golongan penyembah berhala, dan janganlah Engkau timpakan musibah yang tidak mampu aku pikul.’ Demi Allah, belum sempat ibu itu menyelesaikan doanya, kedua kaki anaknya bergerak-gerak dan menyibakkan pakaian yang menutupi wajahnya. Kemudian anak itu makan bersama kami dan Rasulullah Saw. Anak itu hidup kembali sampai Nabi Saw dan ibunya wafat.”
–HR Ibnu ‘Adiy, Ibnu Abi Dunya, Al-Baihagi, dan Abu Na’im. Riwayat ini juga dituturkan oleh Ibnu Qattan dan ‘Iyadh.
Dikisahkan sebuah kisah seorang lelaki yang berkata kepada Nabi saw, “Saya tidak akan beriman kepadamu sehingga kamu mampu menghidupkan putriku untukku.” Dalam kisah itu disebutkan bahwa Nabi mendatangi kuburannya lalu berkata, “Wahai fulanah.” Lalu anak itu berkata, “Aku sambut panggilanmu dan dengan setia menerima perintahmu serta semoga kebahagiaan senantiasa dilimpahkan kepada baginda Rasulallah.”
–Dala’ilun Nubuwwah karya Imam Bayhaqi
Menyembuhkan Penyakit Kusta
“Bahwa istri Mu’adz bin ‘Afra’ menderita kusta lalu melaporkannya kepada Rasulallah saw, lalu beliau mengusapnya dengan sebuah tongkat maka Allah menghilangkan penyakit kusta itu darinya.“
(Al-Imam Al Hafidz Ahmad bin Muhammad Al Qasthalani)
Menyembuhkan Orang Buta
Fudayk bercerita bahwa ayahnya datang menemui Rasulullah SAW mengeluhkan matanya yang putih, dan tidak bisa melihat. Rasulullah bertanya apa yang menyebabkannya? Beliau menjawab: Aku pernah menginjak telur ular, pecah dan mengenai mataku hingga akhirnya buta. Rasulullah SAW meniup mata Abu Fudayk dan dia bisa melihat kembali.
(Hadits riwayat Ibn Abi Syaibah, Ibn Sakan, al Baghawi, dan Abu Nuaim serta at Tabari)
Menurut syariat Islam, tidak ada mukjizat yang diberikan Allah kepada seorang nabi melainkan mukjizat itu pun diberikan kepada Nabi saw. Untuk itu, kita patut mensyukuri nikmat iman yang diberikan oleh Allah melalui kehadiran seorang nabi mulia, sang utusan, manusia terdekat dengan Tuhan, sekaligus wakil Tuhan di muka bumi. Karena Rasulullah-lah kita mengenal Tuhan dengan lebih baik.
Semua mukjizat itu merupakan bukti kedekatannya dengan Tuhan yang melaluinya Tuhan menggambarkan kekuasaan-Nya yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Tidak sepatutnya kita/mereka membandingkan keagungan Nabi Muhammad terhadap mukjizat-mukjizat yang dimiliki oleh nabi-nabi sebelumnya.
”Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu (Muhammad), lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).“
–(QS. Al-Furqaan, 25:9)