Kerangka pengelolaan cache Google Earth

Saya udah berencana bikin aplikasi pengelola cache Google Earth, tapi belum juga dimulai karena waktu yang sangat terbatas. Tapi kerangka pemahaman pengelolaan itu udah bisa dibayangkan. Unsur-unsur yang harus dipahami adalah memahami cara kerja Google Earth mengelola cachenya, menggunakan metoda operasi dasar pengelolaan file oleh OS, membuat aturan dasar cara pakai penggunaan.

Cara Kerja Google Earth Mengelola Cachenya

Singkatnya, berdasarkan penelitian sendiri terhadap cara kerjanya, Google Earth memiliki 2 file cache utama, yaitu:

  1. dbCache.dat, yaitu sebagai file database berisi pecahan gambar JPG dalam ukuran 256 x 256 pixel. File inilah yang dimaksud Google Earth diperbolehkan berisi cache hingga 2 Giga Bytes.
  2. dbCache.dat.index, yaitu sebagai indeks lokasi dan koordinat pecahan-pecahan file gambar.

Menurut pengalaman saya, aturan mainnya file index itu akan diperbaharui 2 hari sekali oleh aplikasi Google Earth kalau terkoneksi ke internet. Saya pernah buka lokasi beberapa kota sekaligus sampai 400 Mega Bytes dengan tujuan agar masuk dulu ke cache, biar nanti bisa saya buka kemudian secara offline.

Memang kalau saya buka secara offline cache tersebut masih bisa kita pakai. Tapi sekali kita online, maka index cache itu akan direset meskipun file databasenya masih ada (berukuran besar). Ini yang menjadi masalah bagi pengguna. Bagi Google, ini merupakan mekanisme proteksi agar tidak mudak “dicuri”.

Nah, penyelesaiannya hanya 1 cara: KELOLA CACHE SENDIRI…!

Pernah saya bahas sedikit mengenai tips mempertahankan Cache Google Earth. Jadi, untuk mendapatkan cache yang bisa bermanfaat di masa depan yaitu sbb:

1. Perencanaan

Rencanakan area mana yang akan diambil. Sebagai contoh, saya pernah ingin mengambil Bandung metropolis beserta kota-kota satelitnya. Berhubung kampung halaman saya di Rancaekek Bandung, maka saya rencanakan untuk mengambil lokasi peta dari Bandara Soekarno-Hatta hingga rumah di Bandung. Selain itu, karena saudara-saudara dan tempat “jajahan” saya ada di sekitar Bandung, maka saya harus ambil pula Bandung kota dan kabupaten termasuk kota satelit terdekat (Cimahi).

2. Download Peta

Saya ingat bahwa saya hanya punya kesempatan download secara keseluruhan hanya 2 x 24 jam. Kebetulan saya di Bandung, modem HSDPA IM2 saya bisa dipake. Kecepatan download bisa 25-30 Kilo Bytes per detik untuk koneksi UMTS, lumayan. Kalau pake koneksi HSDPA saya pernah sampai 50-55 Kilo Bytes per detik, luar biasa! (Setidaknya bagi saya yang baisa menikmati hanya 1-5 KB per detik di Jayapura… hehe..)

Dalam belasan jam, saya bisa dapet 860-an MB. Itu mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung (Banjaran, Ciwidey, Rancaekek, Cicalengka, Lembang, Soreang, hingga Padalarang), Kota Cimahi, jalur tol Cipularang hingga Bandara Soekarno-Hatta.

3. Amankan Peta

Setelah puas mendapatkan peta, lalu amankan cukup dengan cara ZIP. Sekali sudah menjadi ZIP, aman sudah…

Folder/directory berisi cache yang perlu di-ZIP yaitu:

  • /Users/username/Library/Caches/Google Earth/ (di Mac OS X)
  • C:\Documents and Settings\username\Local Settings\Application Data\Google\GoogleEarth (di Windows)

    Nanti di directory Google Earth itu akan ada 2 file data cache utama tadi dan beberapa folder tambahan seperti icons, images, dan models. Tidak apa-apa, ZIP-kan aja semuanya. Ganti nama zipped file menjadi nama kota/lokasi.

    Menggunakan Cache yang Ada

    Untuk mengembalikan cache yang pernah kita ambil, UNZIP-kan kembali ke directory cache Google Earth tadi. Timpa yang ada. Selesai! Mudah bukan? Semog bermanfaat.